Laporan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di desa Panjungan Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro

Permasalahan Kesehatan di Desa Panjunan, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro yang berkaitan dengan permasalahan 1000 HPK meliputi gizi kurang, kurangnya pengaturan jarak kelahiran, dan tidak rutinnya kedatangan ibu balita ke Posyandu.Permasalahan tersebut harus mendapatkan perhatian agar tidak...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Authors: Dihya Faaizu Al Dien A., Rizka Dara Nabilah, Nora Putri Sabilla, Deti Rachmawati, Shinta Febrianty, Nafiah Farisan Nuha, Shofiyah Salma Farumi, Ni Made Mira Wahyu Astani, Made Nita Sintari, Wildana Widad Fitriyana, Rahajeng Dinda Ayu Priandita, Natya Ayu Candrika R.
Format: Other NonPeerReviewed
Language:English
English
Published: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga 2019
Subjects:
Online Access:http://repository.unair.ac.id/105803/1/1_LAPORAN%20HASIL%20Kelompok%206%20Desa%20Panjunan.pdf
http://repository.unair.ac.id/105803/2/3_MEDIA_Buku%20Saku%20Mata%20Dadu.pdf
http://repository.unair.ac.id/105803/
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Institution: Universitas Airlangga
Language: English
English
Description
Summary:Permasalahan Kesehatan di Desa Panjunan, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro yang berkaitan dengan permasalahan 1000 HPK meliputi gizi kurang, kurangnya pengaturan jarak kelahiran, dan tidak rutinnya kedatangan ibu balita ke Posyandu.Permasalahan tersebut harus mendapatkan perhatian agar tidak berakibat kepada permasalahan kesehatan yang lebih serius lagi. Penentuan identifikasi masalah berdasarakan data rekap Posyandu serta dilakukan indepth interview dengan bidan. Setelah itu dilakukan penentuan prioritas masalah dengan menggunakan metode Urgency Seriousness Growth (USG) menghasilkan tidak rutinnya kedatangan ibu balita ke Posyandu menjadi masalah utama. Penyebaran kuesioner menggunakan metode sampling kepada ibu yang memiliki balita, dan hasil kuesioner digunakan dasar dalam menyusun pertanyaan metaplan dan diskusi. Diskusi dilakukan dengan kader posyandu guna mengetahui permasalahan yang sebenarnya terjadi. Perencanaan implementasi terhadap tidak rutinnya kedatangan ibu balita ke Posyandu melalui kegiatan MATA DADU (Mama Pintar Sadar Posyandu) dilakukan dalam beberapa tahapan, serangkaian kegiatan tersebut meliputi talk show MATA DADU, games mitos dan fakta, buku saku MATA DADU, dan sosialisasi door to door : Buku Saku Mata Dadu. Serangkaian kegiatan MATA DADU dilakukan dengan tujuan adanya peningkatan pengetahuan tentang pentingnya kesehatan balita serta mengetahui tumbuh kembang balita dengan mengikuti kegiatan posyandu di Desa Panjunan. Pada kegiatan MATA DADU dilakukan monitoring berupa peningkatan kedatangan balita di posyandu sesudah program intervensi sebanyak 36% dari target pencapaian sebanyak 25 % dan mengukur tingkat pengetahuan peserta melalui pretest dan posttest didapatkan hasil memenui target. Selanjutnya, evaluasi kegiatan pada pelaksanaan posyandu Lily 3 dengan membandingkan data jumlah ibu balita yang datang ke posyandu Lily 3 sebelum program intervensi dengan sesudah program intervensi.