Penerapan Coping Skill Program Untuk Menurunkan Stres Pengasuhan Pada Wanita Single Parent

Ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang menjadi single parent, salah satunya adalah perceraian. Menjadi single parent merupakan keadaan yang cukup berat, hal ini karena umumnya individu menjadi wanita single parent terlebih dahulu melewati masa-masa yang penuh stres, ketakutan dan rasa bersalah...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: Vita Ariyanti Kusumaningrum
Format: Theses and Dissertations NonPeerReviewed
Language:Indonesian
Indonesian
Indonesian
Indonesian
Indonesian
Indonesian
Indonesian
Indonesian
Indonesian
Published: 2012
Subjects:
Online Access:http://repository.unair.ac.id/106746/1/1.%20HALAMAN%20DEPAN%20.pdf
http://repository.unair.ac.id/106746/3/2.%20ABSTRAK.pdf
http://repository.unair.ac.id/106746/2/3.%20DAFTAR%20ISI.pdf
http://repository.unair.ac.id/106746/8/4.%20BAB%20I%20PENDAHULUAN.pdf
http://repository.unair.ac.id/106746/9/5.%20BAB%20II%20TINJAUAN%20PUSTAKA.pdf
http://repository.unair.ac.id/106746/4/6.%20BAB%20III%20METODE%20PENELITIAN.pdf
http://repository.unair.ac.id/106746/6/7.%20BAB%20IV%20HASIL%20PENELITIAN%20DAN%20PEMBAHASAN.pdf
http://repository.unair.ac.id/106746/7/8.%20BAB%20V%20KESIMPULAN%20DAN%20SARAN.pdf
http://repository.unair.ac.id/106746/5/9.%20DAFTAR%20PUSTAKA.pdf
http://repository.unair.ac.id/106746/
http://www.lib.unair.ac.id
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Institution: Universitas Airlangga
Language: Indonesian
Indonesian
Indonesian
Indonesian
Indonesian
Indonesian
Indonesian
Indonesian
Indonesian
Description
Summary:Ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang menjadi single parent, salah satunya adalah perceraian. Menjadi single parent merupakan keadaan yang cukup berat, hal ini karena umumnya individu menjadi wanita single parent terlebih dahulu melewati masa-masa yang penuh stres, ketakutan dan rasa bersalah dari kejadiaan-kejadian traumatis yang dialaminya, baru kemudian menyesuaikan diri dengan kehidupan yang baru serta tanggung jawab yang lebih besar terhadap keluarganya. Perasaan semacam inilah yang bisa menghambat wanita single parent dalam menjalankan fungsinya khususnya dalam hal pengasuhan (parenting) dan akan memacu timbulnya stres pengasuhan. Stres pengasuhan digambarkan sebagai kecemasan dan ketegangan yang melampaui batas dan secara khusus berhubungan dengan peran orang tua dan interaksi antara orang tua dan anak. Secara emosional, perempuan lebih mudah berkecil hati, bingung dan cemas ketika menghadapi permasalahan. Mereka membutuhkan keterampilan menghadapi permasalahan atau yang dalam istilah psikologis keterampilan ini disebut dengan coping, sehingga dilakukanlah coping skill program yang meliputi kemampuan mencari informasi, menganalisis situasi, mengidentifikasi masalah dengan tujuan untuk menghasilkan alternatif tindakan, kemudian mempertimbangkan alternatif tersebut sebuhungan dengan hasil yang ingin dicapai, dan pada akhirnya melaksanakan rencana dengan melakukan suatu tindakan yang tepat. Tipe penelitian ini adalah Quasi Experiment dengan desain penelitian non-randomized pretest-postes control group design yang merupakan desain eksperimen yang dilakukan dengan pretest sebelum perlakuan diberikan dan pascates sesudahnya, sekaligus ada kelompok perlakuan dan kontrol. Populasi penelitian ini adalah wanita single parent karena perceraian, dan sampelnya diambil berdasarkan puposive sampling yakni 8 orang wanita single parent berusia dewasa awal, telah bercerai 0-2 tahun dan memiliki anak berusia 0-12 tahun. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Parenting Stress Index yang digunakan untuk mengukur tingkat parenting stress kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan nilai pretest dan postest. Alat pengumpulan data yang lain sebagai pelengkap dalam peneilitian ini adalah wawancara, observasi selama proses pelatihan, dan lembar evaluasi. Validitas alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah validitas isi menggunakan rater judgement professional. Analisis hasil penelitian memakai analisis kuantitatif non parametrik Mann-Whitney. Hasil analisis data didapatkan bahwa terdapat perbedaan penurunan stress antara kelompok wanita single parent yang mendapatkan coping skill program dan kelompok wanita single parent yang tidak mendapatkan coping skill program. Saran bagi penelitian selanjutnya menggunakan proses follow up yang mendalam melalui proses wawancara dan observasi kepada subjek penelitian dengan cara berkelanjutan setelah proses coping skill program untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penerapan coping skill program untuk tiap wanita single parent yang menjadi subjek penelitian.