KEWENANGAN MENGADILI TINDAK PIDANA PENCABULAN TERHADAP ANAK DIBAWAH UMUR(Analisis Putusan Nomor : 40/PID.SUS./2013/PN.ADL)

Anak sebagai bagian dari generasi muda merupakan mata rantai awal yang penting dan menentukan dalam upaya menyiapkan dan mewujudkan masa depan bangsa dan negara. Namun apabila anak kurang mendapatkan perhatian dari lingkungan terdekatnya maka mudah baginya untuk melakukan perbuatan yang menyimpang...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: RAMADAN, 031224153109
Format: Theses and Dissertations NonPeerReviewed
Language:Indonesian
Indonesian
Published: 2014
Subjects:
Online Access:http://repository.unair.ac.id/39212/1/gdlhub-gdl-s2-2015-ramadan-35182-3.abstr-k.pdf
http://repository.unair.ac.id/39212/2/Binder14.pdf
http://repository.unair.ac.id/39212/
http://lib.unair.ac.id
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Institution: Universitas Airlangga
Language: Indonesian
Indonesian
id id-langga.39212
record_format dspace
spelling id-langga.392122016-10-27T21:12:59Z http://repository.unair.ac.id/39212/ KEWENANGAN MENGADILI TINDAK PIDANA PENCABULAN TERHADAP ANAK DIBAWAH UMUR(Analisis Putusan Nomor : 40/PID.SUS./2013/PN.ADL) RAMADAN, 031224153109 K Law (General) K5015.4-5350 Criminal law K7181-7197 Parent and child. Guardian and ward Anak sebagai bagian dari generasi muda merupakan mata rantai awal yang penting dan menentukan dalam upaya menyiapkan dan mewujudkan masa depan bangsa dan negara. Namun apabila anak kurang mendapatkan perhatian dari lingkungan terdekatnya maka mudah baginya untuk melakukan perbuatan yang menyimpang dari norma hukum yang berlaku di masyarakat. Dan perbuatan sebatas kenakalan remaja hingga akhirnya menjurus pada perbuatan kriminal yang membutuhkan penanganan hukum secara serius, khususnya perlindungan hak-hak anak dalam proses peradilan pidana. Anak sering menjadi korban tindak pidana pencabulan. Hal tersebut sebagaimana yang terjadi dalam Perkara Nomor 40/PID.SUS/2013/PN.ADL, dimana dalam perkara tersebut seorang anak dibawah umur menjadi korban yaitu masih berumur 15 tahun sedangkan pelakunya telah dewasa yaitu 21 tahun. Sehingga terdakwa Pidana berdasarkan Pasal 82 Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Majelis hakim yang memeriksa, mengadili dan memutus Perkara Nomor 40/PID.SUS/2013/PN.ADL menimbulkan masalah. Adapun masalah yang terjadi adalah bahwa majelis hakim telah melanggar ketentuan Pasal 84 KUHAP karena jika melihat locus delicti dari perkara tersebut maka seharusnya yang berwenang mengadili, memeriksa dan memutus tindak Pidana Pencabulan teradap anak dibawah umur adalah Pengadilan Negeri Kendari karena perbuatan Terdakwa melakukan hubungan suami istri atau unsur membujuk terjadi di Kota Kendari. Akibat dari adanya kesalahan penerapan Pasal 84 KUHAP maka terdakwa dapat melakukan upaya hukum Luar Biasa yaitu dengan mengajukan Peninjaun Kembali ke Mahkamah Agung agar hak-haknya dapat di pulihkan kembali karena Pengadilan Negeri Andoolo tidak berwenang untuk meneriksa, mengadili dan memutus Tindak Pidana yang didakwakan kepadanya. Selain itu berdasarkan pembuktian unsur terjadinya tindak pidana pencabulan berdasarkan Pasal 82 UU No.23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak juga tidak terpenuhi karena hubungan suami istri dilakukan atas dasar suka sama suka dan tidak adanya unsure membujuk maupun memaksa korban untuk melakukan hubungan suami istri atau perbuatan cabul. 2014 Thesis NonPeerReviewed text id http://repository.unair.ac.id/39212/1/gdlhub-gdl-s2-2015-ramadan-35182-3.abstr-k.pdf text id http://repository.unair.ac.id/39212/2/Binder14.pdf RAMADAN, 031224153109 (2014) KEWENANGAN MENGADILI TINDAK PIDANA PENCABULAN TERHADAP ANAK DIBAWAH UMUR(Analisis Putusan Nomor : 40/PID.SUS./2013/PN.ADL). Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA. http://lib.unair.ac.id
institution Universitas Airlangga
building Universitas Airlangga Library
country Indonesia
collection UNAIR Repository
language Indonesian
Indonesian
topic K Law (General)
K5015.4-5350 Criminal law
K7181-7197 Parent and child. Guardian and ward
spellingShingle K Law (General)
K5015.4-5350 Criminal law
K7181-7197 Parent and child. Guardian and ward
RAMADAN, 031224153109
KEWENANGAN MENGADILI TINDAK PIDANA PENCABULAN TERHADAP ANAK DIBAWAH UMUR(Analisis Putusan Nomor : 40/PID.SUS./2013/PN.ADL)
description Anak sebagai bagian dari generasi muda merupakan mata rantai awal yang penting dan menentukan dalam upaya menyiapkan dan mewujudkan masa depan bangsa dan negara. Namun apabila anak kurang mendapatkan perhatian dari lingkungan terdekatnya maka mudah baginya untuk melakukan perbuatan yang menyimpang dari norma hukum yang berlaku di masyarakat. Dan perbuatan sebatas kenakalan remaja hingga akhirnya menjurus pada perbuatan kriminal yang membutuhkan penanganan hukum secara serius, khususnya perlindungan hak-hak anak dalam proses peradilan pidana. Anak sering menjadi korban tindak pidana pencabulan. Hal tersebut sebagaimana yang terjadi dalam Perkara Nomor 40/PID.SUS/2013/PN.ADL, dimana dalam perkara tersebut seorang anak dibawah umur menjadi korban yaitu masih berumur 15 tahun sedangkan pelakunya telah dewasa yaitu 21 tahun. Sehingga terdakwa Pidana berdasarkan Pasal 82 Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Majelis hakim yang memeriksa, mengadili dan memutus Perkara Nomor 40/PID.SUS/2013/PN.ADL menimbulkan masalah. Adapun masalah yang terjadi adalah bahwa majelis hakim telah melanggar ketentuan Pasal 84 KUHAP karena jika melihat locus delicti dari perkara tersebut maka seharusnya yang berwenang mengadili, memeriksa dan memutus tindak Pidana Pencabulan teradap anak dibawah umur adalah Pengadilan Negeri Kendari karena perbuatan Terdakwa melakukan hubungan suami istri atau unsur membujuk terjadi di Kota Kendari. Akibat dari adanya kesalahan penerapan Pasal 84 KUHAP maka terdakwa dapat melakukan upaya hukum Luar Biasa yaitu dengan mengajukan Peninjaun Kembali ke Mahkamah Agung agar hak-haknya dapat di pulihkan kembali karena Pengadilan Negeri Andoolo tidak berwenang untuk meneriksa, mengadili dan memutus Tindak Pidana yang didakwakan kepadanya. Selain itu berdasarkan pembuktian unsur terjadinya tindak pidana pencabulan berdasarkan Pasal 82 UU No.23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak juga tidak terpenuhi karena hubungan suami istri dilakukan atas dasar suka sama suka dan tidak adanya unsure membujuk maupun memaksa korban untuk melakukan hubungan suami istri atau perbuatan cabul.
format Theses and Dissertations
NonPeerReviewed
author RAMADAN, 031224153109
author_facet RAMADAN, 031224153109
author_sort RAMADAN, 031224153109
title KEWENANGAN MENGADILI TINDAK PIDANA PENCABULAN TERHADAP ANAK DIBAWAH UMUR(Analisis Putusan Nomor : 40/PID.SUS./2013/PN.ADL)
title_short KEWENANGAN MENGADILI TINDAK PIDANA PENCABULAN TERHADAP ANAK DIBAWAH UMUR(Analisis Putusan Nomor : 40/PID.SUS./2013/PN.ADL)
title_full KEWENANGAN MENGADILI TINDAK PIDANA PENCABULAN TERHADAP ANAK DIBAWAH UMUR(Analisis Putusan Nomor : 40/PID.SUS./2013/PN.ADL)
title_fullStr KEWENANGAN MENGADILI TINDAK PIDANA PENCABULAN TERHADAP ANAK DIBAWAH UMUR(Analisis Putusan Nomor : 40/PID.SUS./2013/PN.ADL)
title_full_unstemmed KEWENANGAN MENGADILI TINDAK PIDANA PENCABULAN TERHADAP ANAK DIBAWAH UMUR(Analisis Putusan Nomor : 40/PID.SUS./2013/PN.ADL)
title_sort kewenangan mengadili tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umur(analisis putusan nomor : 40/pid.sus./2013/pn.adl)
publishDate 2014
url http://repository.unair.ac.id/39212/1/gdlhub-gdl-s2-2015-ramadan-35182-3.abstr-k.pdf
http://repository.unair.ac.id/39212/2/Binder14.pdf
http://repository.unair.ac.id/39212/
http://lib.unair.ac.id
_version_ 1681144491895947264