PENGGUNAAN SINAR DIODA LASER UNTUK FOTOINAKTIVASI BAKTERI PORPHYROMONAS GINGIVALIS

Periodontitis Kronis dapat diartikan sebagai penyakit infeksi yang menghasilkan keradangan pada jaringan penyangga gigi, kehilangan perlekatan, dan resorbsi tulang alveolar. Pada periodontitis kronis, bakteri yang paling berperan adalah Porphyromonas gingivalis (PG). Salah satu terapi yang dilakukan...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: TOMY JULIYANTO, 021418056304
Format: Theses and Dissertations NonPeerReviewed
Language:English
English
Published: 2017
Subjects:
Online Access:http://repository.unair.ac.id/65973/1/abstrak.pdf
http://repository.unair.ac.id/65973/2/TOMY%20JULIYANTO%20...%20PERPUSTAKAAN.pdf
http://repository.unair.ac.id/65973/
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Institution: Universitas Airlangga
Language: English
English
Description
Summary:Periodontitis Kronis dapat diartikan sebagai penyakit infeksi yang menghasilkan keradangan pada jaringan penyangga gigi, kehilangan perlekatan, dan resorbsi tulang alveolar. Pada periodontitis kronis, bakteri yang paling berperan adalah Porphyromonas gingivalis (PG). Salah satu terapi yang dilakukan disamping debridement adalah pemberian antibiotika. Obat-obatan antibiotik yang sering digunakan untuk pengobatan periodontitis adalah Tetracycline dan Metronidazole. Antibiotik saat ini telah menyebar luas dan dijual secara bebas, oleh karena itu penggunaannya sangat sulit untuk dikontrol dan pasien saat ini mungkin telah resisten pada beberapa jenis antibiotika. oleh karena itu para ahli mulai mencari alternatif dari penggunaan antibiotik, dan saat ini telah beralih ke arah Photodynamic therapy. Tujuan : Untuk mengetahui apakah penyinaran sinar diode laser 405nm dapat digunakan untuk fotoinaktivasi bakteri porphyromonas gingivalis. Metode: tiga puluh sampel bakteri porphyromonas gingivalis dibagi menjadi 5 kelompok, kelompok pertama akan dijadikan kelompok kontrol. Kelompok kedua penyinaran 10 detik, kelompok ketiga penyinaran 20 detik. Kelompok keempat penyinaran 30 detik, Kelompok kelima penyinaran 40 detik Hasil : Hasil analisa dari uji Oneway Anova dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Hasil uji Tukey HSD dengan Multiple Comparisons menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara tiap kelompok kecuali pada kelompok empat dan lima yaitu penyinaran 30 detik dan 40 detik. Kelompok pemyinaran 30 detik dan 40 detik memperlihatkan efek fotoinaktivasi paling baik. Kesimpulan : Dioda laser dengan panjang gelombang 405nm mempunyai efek fotoinaktivasi terhadap bakteri Porphyromonas Gingivalis