Penampilan Produksi Sapi Sumba Ongole, Brahman Cross Dan Australian Commercial Cross ang Dipelihara Secara Intensif

INTISARI Usaha penggemukan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan produksi sapi potong, termasukk ualitas karkas yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui !aju pertumbuhan, konsumsi pakan, produksi karka dan non-karkas, serta kualitas karkas dari tiga bangsa sapi potong jantan...

Full description

Saved in:
Bibliographic Details
Main Author: Perpustakaan UGM, i-lib
Format: Article NonPeerReviewed
Published: [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada 1996
Subjects:
Online Access:https://repository.ugm.ac.id/19896/
http://i-lib.ugm.ac.id/jurnal/download.php?dataId=2736
Tags: Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
Institution: Universitas Gadjah Mada
Description
Summary:INTISARI Usaha penggemukan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan produksi sapi potong, termasukk ualitas karkas yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui !aju pertumbuhan, konsumsi pakan, produksi karka dan non-karkas, serta kualitas karkas dari tiga bangsa sapi potong jantan, yaitu sap Sumba Ongole (SO), Brahman Cross (Bx) dan Australian Commercial Cros, (ACC) yang dipelihara secara intensif pada berbagai bobot potong. Sembilan pulul enam (96) ekor sapi SO, Bx dan ACC jantan umur kurang lebih dua tahun masing-masing dipotong pada bobot potong I (350 - 375 kg), 11 (376 - 400 kg), II (401 - 425 kg) dan IV (426 -450 kg). Sapi dipelihara secara feedlot (penggemukan, dengan pakan yang sama, yaitu terdiri dari 85% konsentrat dan 15% rumput rajE (King grass). Pakan dan air minuet diberikan secara ad libitum. Data dianalisi5 dengan menggunakan analisis peragam (kovarians) dan analisis profit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga bangsa sapi cenderung mempunyai laju pertumbuhan yang sama. Sapi Bx mempunyai persentase karkas yang lebih tinggi dan persentase penyusutan karkas yang lebih rendah dari pada sapi SO dan ACC. Persentase tulang, daging dan lemak karkas menunjukkan perbedaan yang nyata di antara bangsa sapi, demikian juga nilai yield grade. Persentase potongan komersial karkas (retail cut) dan kornponen non-karkas, juga berbeda di antara bangsa sapi. Persentase tulang dan saIuran pencernaancenderung menurun dengan meningkatnya bobot potong. (Kata Kunci: Laju Pertumbuhan, Karkas dan Non-karkas, Sapi SO, Bx dan ACC).