FITUR-FITUR SEDIMEN ENDAPAN TURBIDIT SEPENJANG SUNGAI CILUTUNG, BANTARUJEG, JAWA BARAT
Penelitian ini dilakukan di sepanjang Sungai Cilutung yang termasuk dalam Formasi Bantarujeg, formasi ini merupakan formasi yang terkenal karena banyak memiliki fitur-fitur sedimen, seperti ditemukannya endapan turbidit dan struktur-struktur sedimen yang bervariasi yang sangat menarik untuk ditel...
Saved in:
Main Authors: | , , , |
---|---|
Format: | Article PeerReviewed |
Language: | English |
Published: |
2017
|
Subjects: | |
Online Access: | https://repository.ugm.ac.id/274231/1/PSP-13.pdf https://repository.ugm.ac.id/274231/ |
Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
Institution: | Universitas Gadjah Mada |
Language: | English |
Summary: | Penelitian ini dilakukan di sepanjang Sungai Cilutung yang termasuk dalam Formasi Bantarujeg,
formasi ini merupakan formasi yang terkenal karena banyak memiliki fitur-fitur sedimen, seperti
ditemukannya endapan turbidit dan struktur-struktur sedimen yang bervariasi yang sangat menarik
untuk diteliti. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menggali informasi secara detail mengani
fitur-fitur sedimen yang ada dan mengkaitkannya dengan geologi regional untuk menarik kesimpulan
mengenai karakterisik arus dan lingkungan pengendapannya. Metode yang dilakukan adalah metode
tape & compass traverse dengan menggunakan kompas geologi, pita ukur, dan GPS, selain itu,
digunakan juga metode studio untuk membuat gambaran vertikal log litologi dari hasil pengukuran
menggunakan softwere SedLog 3.1 dan Corel Draw X6. Dari hasil pengukuran measured section
(MS) sepanjang 416,2 m didapat ketebalan 155,69 m, sepanjang daerah pengukuran tersebut satuan
batuan dibagi menjadi dua, yaitu satuan batuserpih (lintasan 1-8) dan satuan batupasir (lintasan 9-11).
Terdapat tiga unit Bouma sekuen tersingkap jelas di lintasan 10-11, unit Bouma sekuen 1 terletak di
bawah yang tersusun dari divisi Ta-b dengan keadaan terbalik (reverse grading), unit Bouma sekuen
yang kedua terletak di tengah yang tersusun dari divisi Ta-c, dan unit Bouma sekuen yang terakhir
terlatak paling atas yang tersusun dari divisi Ta-b, dari ketiga unit Bouma sekuen ini bisa menjadi
indikasi bahwa setidaknya terjadi tiga rangkaian arus yang terjadi dari lintasan 10-11. Selain itu,
ditemukan struktur-struktur sedimentasi seperti pararel laminasi, cross laminasi, normal grading,
reverse grading, lenticular, dan slump, dengan memperhatikan struktur-struktur tersebut dan adanya
sifat karbonatan dari semua lapisan sepanjang lintasan disimpulkan bahwa daerah penelitian
diendapkan di daerah laut. |
---|