STUDI PERBANDINGAN DAYA ANTIBAKTERIAL ANTARA GERUSAN BAWANG PUTIH DENGAN OKSITETRASIKLIN (OXTRA) TERHADAP Staphylococcus aureus SECARA IN VITRO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan daya antibakterial antara gerusan bawang putih dengan oksitetrasiklin (OXTRA®) terhadap kuman Staphylococcus aureus secara in vitro. Penelitian ini menggunakan uji kepekaan metode dilusi yang dimodifikasi dengan dua perlakuan, masing-masing...
Saved in:
Main Author: | |
---|---|
Format: | Theses and Dissertations NonPeerReviewed |
Language: | Indonesian |
Published: |
1997
|
Subjects: | |
Online Access: | http://repository.unair.ac.id/69099/1/KKC%20KK%20KH%201139.98%20Set%20s.pdf http://repository.unair.ac.id/69099/ http://www.lib.unair.ac.id |
Tags: |
Add Tag
No Tags, Be the first to tag this record!
|
Institution: | Universitas Airlangga |
Language: | Indonesian |
Summary: | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan daya antibakterial antara gerusan bawang putih dengan oksitetrasiklin (OXTRA®) terhadap kuman Staphylococcus aureus secara in vitro. Penelitian ini menggunakan uji kepekaan metode dilusi yang dimodifikasi dengan dua perlakuan, masing-masing perlakuan menggunakan 15 kali ulangan. Dua perlakuan tersebut yaitu pemberian gerusan bawang putih dan oksitetrasiklin (OXTRA®) dengan konsentrasi 10 % -100 %. Inokulat yang dipakai adalah Staphylococcus aureus yang diisolasi dari luka ambing dan disesuaikan dengan standar Mc Farland I. Media untuk uji kepekaan digunakan Mueller Hinton Agar. Parameter yang diamati adaJah konsentrasi terendah yang sudah tidak didapatkan adanya pertumbuhan kuman (Minimal Bactericidal Concentration). Data yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan uji 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang sangat nyata antara gerusan bawang putih dengan oksitetrasiklin (OXTRA®) (p<O,01). Perlakuan dengan gerusan bawang putih menunjukkan efektifitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan oksitetrasiklin (OXTRA®) dalam menghambat pertumbuhan kuman Staphylococcus aureus, yaitu dengan rata-rata konsentrasi bunuh bakteri minimal (MBC) adalah sebesar 10 % untuk gerusan bawang putih, sedangkan 14,67 % untuk oksitetrasiklin (OXTRA®). |
---|